Minggu, 04 Maret 2012

PUISIKU : GERIMIS AIR MATA

                                                Gerimis Air Mata
                                                                                                Karya : Eka puspita sari
Ketika kehilangan kian menjelang
Pada jiwa yang sedang gamang
Mungkinkah ilalang sedang meragu
Atau mungkin sebongkah batu yang mulai menetas
Atas sikapmu yang telah kau tumpahkan
Pada hujan yang turun indah
Pada setangkai bunga kebahagiaan
Pada hati yang mulai gerimis
Gerimis air mata karna pedangmu
                                                            Aku tak takut menjadi debu
                                                            Yang siap diterpa oleh angin
                                                            Yang akan terlempar di jalan berbatu
                                                            Melanglang buana tak tentu arah
Aku ingin jadi kupu-kupu
 Yang terbang indah dan bebas
Aku mau harimau yang jadi pahlawanku
Dengan segala kekuatannya melindungiku
                                                            Keinginanku yang paling mendasar
                                                            Bergetar hebat menjadi gempa di dalam diri
                                                            Seolah tsunami yang akan hancurkan diri ini
                                                            Emas permata bergelimang
                                                            Telaga dahaga penyejuk jiwa
                                                            Lautan biru muara damai
                                                            Jelajah dunia dapatkan surga

resensi kumpulan cerepn : CUCU TUKANG PERANG



Cucu tukang perang dalam karya Soeprijadi Tomodiharjo
Oleh Eka puspita sari,dkk.
Add caption
Judul   : Cucu tukang perang
Penulis  : Soeprijadi tomodiharjo
Penerbit : Akar Indonesia                                          
Tebal      : 0,7 cm
Cetakan  : Pertama januari 2011
P x L      :  20 cm x 13,5 cm
Harga      : Rp 25.000                                                
           
Kumpulan cerpen dari seorang sastrawan eksil  Soeprijadi tomodiharjo ini sangat menggugah selera saya untuk membacanya berulang-ulang kali . Karya-karyanya yang selalu menggunakan latar tempo dulu dan setelah zaman peperangan membuat saya penasaran untuk membacanya .

lagu ciptaan aku tiga air mata

TIGA AIR MATA
Created By : eka puspita sari
Date birth  : 25 januari 2012

Awalnya begitu indah
Ku beri cinta dan aku cinta
Hari-hari ku pun penuh warna
Indah cinta hanya milik kita berdua
                                                                        Namun akhirnya dia pun tahu
Aku kekasihnya dan kau kekasihku
Indah cinta berubah luka
Semua pun berakhir hampa terasa
Reff :
Salahkah aku punya dua cinta
Aku cinta kamu dn juga dirinya
Salahkah diriku ingin milikinya
Mengertilah aku, ku ingin dirimu
Aku pun sakit, dan kau pun sakit
Tak mampu menahan air mata ini
Kau menangis, dia pun menangis
 Kisah cinta, tiga air mata-

** kalo mau dinyanyiin tolong hubungin saya ya :)

cerita tentang ibu


Cerita tentang ibu
Buah kasih sayang ayah dan ibu , itulah aku ..
Ini adalah kisah hidupku sbelum ibu meninggal.
           
            Aku anak pertama yang selalu dimanjakan
            Oleh ayah dan ibuku ..
            Aku pula cucu pertama yang sangat disayaangg keluarga
            Aku kesayangan kakek nenekku..
Hidupku bahagia , selalu dipenuhi canda tawa..
Pernah suatu hari...
Saat aku sudah menginjak usia 4 tahun
Aku mulai bersekolah di taman kanak-kanak
Aku sangat senang , karna setiap hari
Aku diantar oleh ayah dan ibuku
Ohh... sungguh lengkapnya hidupku ..
            Setiap pulang sekolah
            Aku selalu mengucapkan salam
Seperti yang telah diajarkan oleh guruku di sekolah
Saat ibuku sedang memetik daun katu ..
“ ibu aku pulang ...” ucapku dengan polos
Ibu aku tadi diajari ibu guru di sekolah
Kalo sama orang tua sepulang sekolah
Harus salim dan mengucapkan salam ,
Kaya’ gini bu “assalammualaikum warahmatullahi wabarakatu...”
Ujungnya sama ya bu , kaya’ sayur katu ..”
Aku tertawa dan memeluk ibuku , ibu hanya tertawa kecil dan mencium keningku

            Tapi kebahagian itu sirna sekejap..
            Ketika ibuku masuk RS , karna sakit yang dideritanya ..
Satu minggu ibu di RS
Aku ingin sekali mendampinginya
Tapi sayang ayah melarang ..
Aku hanya bisa mengurung diri di kamar
Dan tidur di bawah kolong tempat tidur ..
            Dan hari kehancuranku pun datang ..
            Ketika ambulance dan keranda mayat
Hadir ditengah-tengah kerumunan orang-orang di rumahku ..
            Semua orang memeluk dan menggendongku ..
            Semua menangis dan ayah pun jatuh pingsan ..
Pedih .... perih .. sungguh pedih kurasakan ,..
Kehilangan sosok ibuku tersayang ..
Kadang aku sedih ,
Ketika teman-temanku selalu merengek dengan ibunya ...
Bermandi kasih sayang dan tawa..
Tapi , kadang kalian tak sadar ..
Kalian telah membuat hati ibu menangis ..
Berkata “ahh...”
Berlagak sombong dan sebagainya ..
Padahal apa yang kamu berikan nanti
Tak mapu membalas ,
Pedih dan perihnya perjuangan seorang ibu...
            Dan pernah terlintaskah di benakmu..
            Ketika kamu meminta orang tuamu
Datang untuk menjemputmu..
Tapi tiba-tiba di tengah perjalanan..
Mereka kecelakaan dan meninggal ..
Apa masih ada kesempatan untuk kita..
Meminta maaf ..
Tidak ..... tidak ... tidak ada..
            Coba difikir-fikir teman ..
Sudah berapa kali kita menyakiti mereka ..
Sudah berapa lama kita tak mendoakan mereka ..
Sedangkan dalam setiap sujud dan doa mereka..
Mereka senantiasa mendoakan kita ..
            Apakah kalian pernah menelpon orang tuamu ?
            Apakah kalian pernah menanyakan kabar mereka ?
            Apakah kalian juga pernah mengingatkan mereka untuk makan?
            Saya yakin  TIDAK !!!
                        Di waktu kita masih punya kesempatan untuk bernafas..
                        Di waktu kita masih punyakesempatan untuk berbicara dengan mereka..
                        Lakukanlah yang terbaik ..
                        Jangan sampai ada kata MENYESAL di kemudian hari ..

                                                                        Created by : eka puspita sari
                                                                                   

Jumat, 02 Maret 2012

rinduku padamu ibu

Ibu…
Sering kuteringat padamu
betapa kurindukan engkau
sejak kecil
belum pernah lagi kudengar
dari ucapmu ya Ibu
sebuah ucap penuh kasih dan sayang
itu yang kurindukan
ketika besar aku
sedetik kumerasakan kasihmu
namun engkau tak lagi bersanding denganku
pipi ini terasa hangat
karena leleh air mata
ketika mengingat engkau
dan betapa kerinduan ini
aku merindukan
apa yang belum pernah kurasakan
aku sungguh menginginkan
apa yang belum pernah kudapatkan
darimu Ibu

tapi entah kapan lagi
sampe diri ini lupa pelukan terakhir denganmu
itu sangat kurindukan Ibu
sangat kurindukan
aku ingin menunjukkan bakti ini
hanya kepadamu
kasih sayang dan cinta ini
juga untuk engkau
namun aku di sini
sementara engkau di sana
aku merindukanmu Ibu
dan kini hanyalah do’a
dan air mata
yang mengiringi kerinduanku
terbayang dipelupuk mataku
derita ibu di jauh sana
tapi entah apa yang bisa
dan dapat aku perbuat untuk baktiku
selain do’a dan air mata ini
Ibu…
tak pernah kusalahkan engkau
atas semua yang telah terjadi
karena bagiku engkau
adalah bidadari yang telah melahirkanku
aku juga tahu Ibu
apa yang tlah hadir sebagai takdir
itulah yang harus kujalani
dan Allah sebagai saksi atas Kehendak-Nya
aku ingin mencium tapak kakimu
aku ingin sujud sungkem padamu
aku ingin bisa seperti mereka
tapi aku sadar aku tak seberuntung mereka
dalam deras air mata doa ini
aku slalu memohon
Allah menjagamu slalu
dan memurahkan sgala rezeki untukmu
dan dari relung rasa
kupanjatkan dengan sgala lembut hati
Ya Allah…
Tetapkan Ibu sebagai bidadari surga-Mu
nanti…

cinta tak bersayarat

Tak ada sedikitpun sesalku
 Tlah bertahan dengan setiaku
 Walau diakhir jalan
Kuharus melepaskan dirimu
Ternyata tak mampu kau melihat
Dalamnya cintaku yang hebat
Hingga ada alasan
Bagimu tuk tinggalkan setiamu oow …

Demi nama cinta
Telah kupersembahkan hatiku hanya untukmu
Tlah kujaga kejujuran dalam setiap nafasku
Karna demi cinta
Telah kurelakan kecewaku atas ingkarmu
Sebab kumengerti cinta itu tak mesti memiliki
Andai saja bisa kau pahami
Layaknya arti cinta sejati
Karna cinta yang sungguh
Tiada akan pernah mungkin bersyarat ooh …

element-cinta tak bersyarat

Gm F(6)
Ternyata tak mampu kau melihat
Eb Dm
Dalamnya cintaku yang hebat

Rinduku padamu ibuhttp://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5997976335685162339&from=pencil

Ibu..
aku sedang rindu denganmu sekarang. bisakah kau datang untuk sekedar memeluk dan menciumku? aku merindukanmu ibu..
ibu..
takkah kau lihat aku disini selalu menantimu. selalu menantikan kasih dan sayangmu,aku menunggumu ibu.
ibu..
takkah kau lihat berapa banyak tetes air mata yang mengalir dari pelupuk mataku ini. seolah bosan aku menangis bu..tapi apalah yang bisa kulakukan selain ini. setiap aku berdoa untukmu tak luput dari tangis dan air mata ini. tak pula luput dari suara serak basah yang tak sanggup lagi berbicara untuk mluapkan kerinduakanku kepadamu.
ibu..
masihkah kau disisiku menemani setiap langkahku?? membimbingku dengan sabar dan senyum yang mengembang di pipimu?
ibuuuu... aku merindukanmuu...
ibuu.. kapan aku bisa bertemu denganmu? tak sabar aku ingin memeluk dan menciummu...
tahukah kau ibu..betapa menderitanya aku karna tekanan batin ini;(